Letih tuk mencinta
lidahku mulai dahaga karena cinta
ragapun terasa kaku juga karenanya
beratus ratus mil dari waktu yang kubuang
telah berapa banyak energi yang ku keluhkan
aku tak tahu harus kemana
letih tuk mencinta
meski sejatinya kutahu cinta ini hampa
tapi sampai kapan ku harus menanggungnya
ku yakin ada saatnya nanti cinta ini kan sirna
seperti pagi yang meninggalkan embun
seperti siang yang meninggalkan terik
seperti takdir yang telah digariskan
pada keindahan bumi ini
yang ku yakin semua kan berakhir indah
0 comments:
Post a Comment