Selamat pagi

9 november

Good pagi cin....

Pagi ini saya dibangunkan olehmu. Bayanganmu mengambil alih pagi ini.

Selamat pagi

Ada bayangmu pagi ini
Bangunkanku di sela-sela mimpi
Semoga dirimu kan baik-baik saja

Aku bukan musuhmu
Aku hanyalah pagi yang bisa kau nikmati kesegarannya

Bagiku kau hanyalah embun
Yang menghiasi pagi
Mungkin hanya tuk pagi ini

Biarkan pepohonan terbangun dalam kesejukan
Biarkan malam terbangun dari kesunyian
Hangatkan hari ini dengan sinar mentari

Selamat pagi
Semoga hari-harimu indah

Episode Malam Jumat

ini sinopsis karyaku :) klo ko masih ingat saya pernah bilang mau tulis2 tulisan buat film.... yah inilah dia.. biar agak relax dulu dari tulisan yang lain

Episode Malam Jum’at

Pertemuan dan persahabatan keempat pemuda yang dimulai dengan cara yang cukup unik karena kejadiannya terjadi di tempat dan waktu yang sama yaitu sebuah taman tepat di malam jum’at dimana keempat pemuda itu sedang mengalami kesialan. Si A seorang musisi rock yang baru saja dipecat dari bandnya dan diusir dari kontrakan band-nya karena sering mangkir dari latihan karena terlalu banyak bermain chating di internet. Si B seorang pemuda desa yang sopan hendak mencari pekerjaan, namun terlunta-lunta karena duit satu-satunya raib entah kemana. Si C seorang bangkir yang jujur dan lugu yang diusir ibu kos karena alasan yang sangat sepele. Si C dituduh mencuri uang ibu kos karena menemukan dan mengembalikan dompet ibu kos yang sudah kosong. Mereka bertiga bertemu si D yang seorang karyawan di taman itu. Dan ternyata malam itu si D baru saja diputuskan dengan pacaranya yang baru 1 bulan dipacarinya karena pacarnya ternyata wanita materialistis yang lebih memilih cowok yang lebih kaya. Si D yang memang sedang mencari teman kontrakan baru akhirnya mengajak si A, si B, dan si C. Karena teman kontrakan si D yang dulu baru saja lulus kuliah dan kembali ke kampung masing-masing.

Pertemuan mereka di malam jumat itu ternyata tidak berhenti sampai di situ saja karena pertemuan berlanjut di setiap malam jumat lainnya di tiap minggu. Mereka sepakat menjadikan malam jumat sebagai malam kumpul bersama namun tidak di taman tetapi di kontrakan mereka. Agendanya tetap sama di tiap minggunya yaitu sharing tentang kejadian-kejadian yang dialami masing-masing selama seminggu yang ternyata memang lucu dan menarik. Seperti cerita si B yang dipecat dari sebuah restoran di hari pertama dia bekerja hanya karena salah membedakan garam dan gula. Belum lagi cerita cinta si C yang salah mengirimkan surat cinta kepada Z teman kerjanya yang ternyata surat itu sampai kepada sekertarisnya yang galak. Begitu juga cerita si D bertemu mantan pacaranya yang matre yang memamerkan pacar barunya yang aneh yang memiliki kacamata tebal. Dan perkenalan si A dengan teman chattingnya yang mengaku gadis 17 tahun tapi ternyata waria. Dan cerita si A lainnya yang tidak lepas dari sosok waria. Seperti para fans beratnya sekumpulan waria penjual minyak wangi.

Hingga pada satu malam jumat, si A mangkir dari pertemuan malam jumat. Bukan hanya itu ternyata sudah 3 hari dia tidak pulang ke kontrakan. Si B, Si C dan Si D akhirnya mencari keberadaan si A. Mereka mencari di warnet, studio musik, cafe tempat dia biasa manggung, dan tempat-tempat yang kira-kira A biasa berada namun mereka tetap saja tidak menemukan si A. Mereka sudah bertanya hampir kepada semua orang yang mengenal Si A namun tidak satupun yang tahu diman keberadaan si A. Hingga pada akhirnya mereka mendapatkan sebuah jaket si A yang sedang di jemur di sbuah rumah. Ternyata dari jauh mereka melihat si A yang sedang disekap oleh sekumpulan waria yang merupakan fans berat si A. Kejadaian serupun terjadi dalam usaha pembebasan si A dari rumah waria tersebut. Hingga mereka dikejar-kejar oleh belasan waria tersebut di tengah malam jumat. Namun dasar sial, merekapun juga tertangkap oleh waria itu. Dan bagaimana usaha mereka membebaskan diri?

Ternyata sekumpulan waria tersebut adalah sekumpulan pencuri yang selalu meresahkan warga dan sedang dicari-cari polisi. Berjualan minyak wangi hanyalah sebuah kedok mereka sekaligus adalah sebuah cara mereka untuk lebih mengetahui keadaan sasaran pencuriannya.

Hingga pada satu waktu di sepertiga malam, si D berhasil meloloskan diri setelah berhasil mengelabui salah satu waria. Si D mencari bantuan warga dan melaporkan kejadian itu kepada polisi. Hingga pagi harinya Si D bersama dengan warga dan orang-orang kepolisian berhasil mengepung rumah tersebut dan menangkap sekumpulan waria dengan sejumlah barang bukti hasil pencuriannya. Keempat pemuda tersebut akhirnya mendapat penghargaan dari desa dan kepolisian karena jasanya yang berhasil mengungkap pencurian yang selama ini meresahkan warga.

Lilin Kecil

Kenapa lilin kecil? Mungkin inilah cintaku. Inilah diary yang saya coba tulisakan dengan tidak mengada-ngada. Saya cuman mencoba menuliskannya sejujur mungkin sesuai dengan apa yang saya alami. Seperti lilin kecil. Saya hanya ingin menjaga cahayanya meski kecil namun inilah cahaya satu-satunya yang kumiliki dan saya tak ingin menjadikannya sia-sia.

Kalaupun ada tanggal yang saya tulis. Itu adalah tanggal yang sebenarnya. Cuman ingin mengapresiasikan saja. Ingin membuat perasaan ini menjadi lebih berarti ketimbang hilang begitu saja. Seperti yang saya inginkan, tulisan ini akan saya buat sebulan penuh. Dan saya sangat berharap perasaan ini bisa bertahan selama itu. Seperti lilin kecil.

Letih tuk mencinta

Letih tuk mencinta

lidahku mulai dahaga karena cinta
ragapun terasa kaku juga karenanya
beratus ratus mil dari waktu yang kubuang
telah berapa banyak energi yang ku keluhkan
aku tak tahu harus kemana

letih tuk mencinta
meski sejatinya kutahu cinta ini hampa
tapi sampai kapan ku harus menanggungnya

ku yakin ada saatnya nanti cinta ini kan sirna
seperti pagi yang meninggalkan embun
seperti siang yang meninggalkan terik
seperti takdir yang telah digariskan
pada keindahan bumi ini
yang ku yakin semua kan berakhir indah

Menanti

Cin, menunggu telfonmu kayaknya lamaaaaa banget.

Menanti

Dentingan lagu bernyanyi di keheningan
Hanyutkan jiwaku dalam lamunan
Getir yang kursaakan kini
Membawaku pada sebuah penantian

Kurasakan hatiku letih
Menjaga perasaan ini
Akankah ku bisa menunggu
Menanti hanya tuk mendengar suaramu

Wahai wanitaku
Entah dimana ku harus berpijak
Pada kata dan emosiku
Pada mimpi dan angan tentangmu
Ku hanya ingin mendengar suaramu
Cukup dengan itu

separuh jiwaku pergi

8 november - warnet jam 12.39 siang

hatiku terasa sepi...
mungkin karena katadi lagu2.

"separuh jiwaku pergi"

tapi saya memang tidak sepenuhnya tahu arti kata2 itu..tapi entahlah saya seolah mengerti banget arti kata itu. saya seloah merasakannya hari ini........

tak bisa ku gambarkan lagi...semua nya sepi

Permaisuriku

7 November
Cin, saya sayang sama kamu

Pagi ini saya telah disibukkan dengan bayang tentang dirimu.. Mungkin inilah susahnya. Begitu saya mencintai seseorang maka saya akan sangat mencintainya. Aku juga tak tahu harus bagaimana. Entah mengapa terasa sakit di hati.

Cin, saya tak tahu mengapa

Permaisuriku

Diriku hanyalah hamba hati
Mengabdi pada cinta
Menjunjung tinggi kasih
Menyebarkan serbuk bunga di tiap langkahku

Duhai permaisuriku
Bukan waktu yang kupersalahkan
Bukan pula hubungan kita
Aku hanya bangga akan perasaan ini
Bangga akan kesempatan mencintaimu
Mencumbumu meski dirimu tak tahu

Duhai permaisuriku
Jagad raya tak ibahnya sebuah kanvas besar bagiku
Jika kau mengerti cinta ini
Sesungguhnya diriku telah melukiskan dirimu
Di kanvas itu terlalu penuh tentangmu
Permaisuri yang kucinta

Laksana ombak yang menyapu karang
Meski tak selamanya besar
Namun ombak tetap ada menemaninya
Seperti cinta ini

Merpati dalam sangkar

6 November

Still Missing you. Cin...i love you.
Pagi ini rasanya masih terlihat sama. Dirimu masih menjadi bintangnya. Pikiranku seakan melayang jauh namun hanya akan kembali pada dirimu.

Merpati dalam sangkar

Cintaku bagai merpati dalam sangkar.
Terbang menjauh dalam luasnya cakrawala
Melayang bersama desiran angin berhembus
Sejauh apapun merpati akan kembali ke sangkarnya

Hatiku membiru
Menenggelamkan hingga ke dasar
Entah apa yang membuatmu begitu pantas
Jiwaku seakan mengagungkanmu
Memujamu tanpa tahu mengapa

Mungkin inilah bagian magis dari cinta
Dirimu dapat hadir dalam dimensinya
Tak perlu kita tahu mengapa
Kita hanya akan bisa tertegun
Dan hanya akan takjub pada keindahannya

Merpati dalam sangkar
Seperti ikatan telepati dalam balutan cinta

Setitik air ditelaga

5 November
Ini adalah sebuah ide ketika Cin berulang tahun di awal Oktober. Ketika itu saya mempunyai ide untuk membuat tulisan cinta selama 1 bulan penuh. Klo ko ingat tentang coklat yang saya berikan, itu cuman tidak ada pilihan lain. Just ide.

Teringat akan itu, saya akan mencoba membuatnya lagi tapi mungkin dengan cara yang berbeda.

Cin, i still remember you. Seperti beberapa hari ini, saya masih memikirkanmu. Mungkin suasana yang saya hadapi terlalu ramai tapi diriku tetap merasakan sepi. Aku tak tahu kenapa? Mungkin karena cinta ini.

Hari ini, saya terlalu sibuk jika dibandingakan hari sebelumnya. Tapi beruntung karena saya masih memiliki cintamu. Saya tetap semangat menjalaninya.

Setitik air ditelaga

Setitik air jatuh ditepian telaga
Membenamakan kelam yang telah tersimpan di dasar
Bergelombang mengecil dan meluaskannya
Mengeruk keruh dan gemuruh bayang semu

Aku mungkin hanyalah setitik air di telaga
Tak punya arti meski diriku adalah raja
Sedetik dari gelombang yang kubuat
Tak akan mungkin menghanyutkan seluruh dasarnya

Aku hanyalah sebagian kecil dari cinta ini
Tak bisa kuukir dengan pahatku
Dan aku hanya akan bisa membenamkannya
Seperti telaga yang selalu diam membisu
berpesta dalam kebisuan dan menyatukan cinta dalam warnanya sendiri

ku tak ingin membaginya

terasa perasaan ini terlalu egois. Begitu egonya hingga aku hanya ingin memiliki sendiri.

ku tak ingin membaginya

cinta adalah suatu yang indah
kita adalah cinta
dirimu dan diriku pernah mencinta
namun kali ini ku tak ingin membaginya

biarkan rasa ini tetap merasuk
melebur dan mencerna serakus-rakusnya

inilah cintaku
kupasrahkan diriku masuk ke dalamnya
kupasrahkan diriku pula seutuhnya
hingga kelak jalinan hari merelakan rasa ini diriku

memaksa bukan jiwaku
meski seutuhnya saya bisa
biarkan cintaku membara
biarkan dia bosan dalam kegemerlapan
dan tak seorangpun bisa menghalangiku
untuk menetapkannya di hatiku

meski cintaku adalah tentang dirimu
tapi ku tak ingin membaginya

Apakah aku hanya sampah bagimu

Karya ini saya tulis disaat hasrat tak lagi kuat untuk kubendung. Begitu hebatnya sehingga segalanya menjadi tidak rasional lagi bagiku. Hanya sakit yang kurasakan malam itu. Begitu besar, sangat besar.

Apakah aku hanya sampah bagimu

Hatiku rasanya memecah kemana-mana
Retak menjadi keeping-keping
Remuk di setiap sudutnya

Mungkin aku hanyalah baju bagimu
Yang bisa kau sobek kapanpun
Ataukah aku hanyalah anjing
yang seenaknya kau seret di jalanan

entah kenapa besarnya cintaku
sebesar hasratku ingin melupakanmu

aku tak sanggup lagi
airmata enggan mengucur buatmu
bagimu aku hanyalah mainan